Browse > Home / islam / MEMPERTAJAMKAN TAWAKAL

| Subscribe via RSS

MEMPERTAJAMKAN TAWAKAL

August 7th, 2008 | Posted by dony | Posted in islam

Sebagai orang muslim yang beriman kita berharuslah bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal berasal dari kata ‘tawakla’ yang memiliki arti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan. Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT.

Sedangkan dari segi istilahnya tawakal didefinisikan oleh beberapa ulama salaf, yang sesungguhnya memiliki muara yang sama. Menurut Imam Ahmad bin Hambal, tawakal merupakan aktivitas hati. Artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan.

Tawakal sangat diperhatikan dalam islam. Oleh karena itulah, banyak sekali ayat-ayat maupun hadist yang memiliki muatan mengenai tawakal kepada Allah SWT. Demikian juga para salafus shaleh, juga sangat memperhatikan masalah ini sehingga mereka memilikiungkapan-ungkapan khusus mengenai tawakal.

Salah satu hadist mengenai tawakal adalah sebagai berikut. Hadist ini dari Umar bin Khattab r.a. berkata, bahwa beliau mendengar Rosulullah saw. Bersabda, “ sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT. Dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rezeki, sebagaimana seekor burung diberi rezeki ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.(HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)

Hadist diatas menjelaskan tentang hakekat tawakal dengan mengumpamakan seekor burung. Dimana burung pergi mencari karunia Allah pada pagi hari dengan perut yang kosong karena lapar, namun di sore hari ia pulang dalam keadaan kenyang dan terisi penuh. Karena pada hakekatnya Allah SWT-Lah yang memberikan rezekinya sesuai dengan kebutuhannya. Demikian juga manusia, sekiranya manusia benar-benar bertawakal kepada Allah SWT. Dengan mengamalkan hakekat tawakal yang sesungguhnya, tentulah Allah SWt akan memberikan rezeki sebagaimana seekor burung yan berangkat pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang. Artinya insya Allah rezekinya akan Allah cukupi.

Derajat tawakal

Tawakal yang merupakan gabungan berbagai unsure yang menjadi satu, dimana tawakal tidak dapat direalisasikan tanpa adanya unsure-unsur tersebut. Unsure-unsur ini juga merupakan derajat dari tawakal itu sendiri:

  1. Ma’rifat kepada Allah SWT. Dengan segala sifat-sifatnya minimal meliputi tentang kekuasaan-Nya, keagungan-Nya keluasan ilmu-Nya, keluasan kekayaan-Nya, bahwa segala urusan akan kembali pad-Nya dan segala sesuatu terjadi karena kehendak-Nya.

  2. Memiliki keyakinan akan keharusan melakukan usaha. Karena siapa yang menafikan keharusan adanya usaha maka tawakalnya tidak benar sekali.

  3. Adanya ketetapan hati dalam mentauhidkan Dzat yang ditawakali, yaitu Allah SWT. Karena tawakal memang harus disertai dengan keyakinan akan ketauhidan Allah. Jika hati memiliki ikatan kesyirikan dengan sesuatu selain Allah, maka batallah ketawakalnya.

  4. Menyandarkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah SWT,.. dan menjadikan situasi bahwa hati yang tenang hanyalah ketika mengingatkan diri kepada-Nya hal ini seperti kondisi seorang bayi, yang hanya bisa tenang dan tentram bila berada disusuan ibunya.

  5. Husnudzan terhadap Allah SWT. Karena tidak mungkin sesorang bertawakal terhadap sesuatu yang di besu’udzan kepadanya. Tawakal hanya dapat dilakukan terhadap sesuatu yang dihusdzani dan yang diharapkannya.

  6. Memasrahkan jiwa sepenuhnya hanya kepada Allah SWT. Tawakal tidak akan mungkin terjadi, jika tidak dengan sepenuh hatinya kepada Allah

  7. Menyerahkan, mewakilkan, mengharapkan dan memasrahkan segala sesuatu hanya kepada Allah SWT. Dan hal inilah merupakan hakekat dari tawakal.

Sphere: Related Content

Tags:


4 Responses to “MEMPERTAJAMKAN TAWAKAL”

  1. Nias Zalukhu Says:

    Bagaimanapun kita di dunia, apapun yang kita kerjakan, tetap berpegang pada Yang Di Atas… bukan begitu mas ? :)


  2. Ardian Says:

    Aku akan mencoba untuk terus tawakal :D


  3. Paman Gober Says:

    Benar mas dengan bertawakal kepada Allah Swt hati ini menjadi tenang.


  4. shiro Says:

    di bulan ramadhan ini,ayo tingkatkan tawakal kita,

    betul…


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Comments links could be nofollow free.
:tidaak: :teriak: :tepuk: :sombong: :salting: :nyerah: :nonono: :ngupil: :nggaya: :ngerap: :ngayal: :ngantuk: :nantang: :mikir: :melet: :matabelo: :marah: :malu: :maling: :makanjagung: :ketawa: :keren: :kaget: :jempol: :hebat: :gembira: :geleng: :gajian: :fyuhh: :flumonyet: :ehem: :cium: :ceria: :cerewet: :bosen: :arabian: